Nusantara-online.com,Lampung Selatan, – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24-354-59 Rangai Tritunggal Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan dikeluhkan sejumlah warga. Pasalnya, SPBU itu diduga kuat melayani konsumen yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium pada dirigen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan menyebutkan, pengisian dengan menggunakan puluhan jerigen itu memberikan uang tambahan kepada petugas dan pihak pengelola SPBU.
“Iya ada yang untuk nelayan, Ada juga Premium untuk jual ecer lagi banyak pemain minyak disini yang penting uang cor lancar Rp 10 ribu setiap satu jerigennya ” kata sumber yang namanya engan disebutkan.


Namum sayangnya hingga berirta ini ditulis pihak SPBU belum dapat dikonfirmasi.
Jika melihat Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 pasal 55, siapa saja yang menjual bensin eceran termasuk Pertamini dapat dikenakan sanksi pidana. Yakni 6 tahun atau denda maksimal Rp 60 miliar.

Terkait dengan pengisian BBM Premium oleh SPBU ke konsumen gunakan jerigen jelas melanggar peraturan yang sudah ditetapkan dan harus menjaga keselamatan bersama. Pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi serta menjual ke pabrik-pabrik industry home atau rumahan dan industry untuk mobil-mobil galian C.

SPBU 24-354-59 Ranggai Tritunggal di duga telah melanggar aturan dan juga tidak safety, apalagi jerigen terbuat dari plastik. Bensin dapat terbakar karena panas. Baik itu panas knalpot, udara, dan api. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 telah diatur larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna. SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Jabodetabek