Pesawaran,Nusantara-online.com,—–Rojuli,Warga yang juga anggota linmas desa tanjung kerta,yang sudah melaporkan kepala desanya Azhari Siha ke inspektorat,dirinya menyesal mengaku khilaf,dan mencabut pelaporannya tersebut.
Hal itu dikatakan oleh pelapor  Rojuli Saat mencabut pelaporannya  dikantor Inspektorat Kabupaten Pesawaran,Jumat (5/6/20).
“Diruangan kasubag umum, yang bersangkutan mengaku orang bodoh  atas perbuatannya dan dirinya berdalih tidak  tahu dan kurang paham karena wawasannya kurang, tapi pencabutan pelaporan itu atas keinginan dirinya sendiri,”Ucapnya.
Saat ditanya apakah ada penekanan,atau ada intimidasi sampai ditarik kembali laporannya dan apakah sudah tahu dampak dari ulahnya itu,  Rozuli terlihat kebingungan lantas berkata ya gimana saya tidak tahu dan kurang paham karena wawasan saya yang kurang, tapi ini atas kemauan saya sendiri tanpa ada paksaan,”Terangnya.
Kepada Awak media,Kasubag Umum Kepengawaian Insspektorat Pesawaran,Muhani Membenarkan,Bahwa yang bersangkutan telah datang dan mencabut Pelaporannya tersebut.Rojuli mengaku khilaf dan mencabut laporannya di inspektorat.”Ujar Muhani Saat dihubungi,Jumat (5/6).
“Dalam keterangannya,Rojuli mengaku khilaf dan mengaku orang bodoh dan kedua belah pihak sepakat  mengaku khilaf,Sebut muhani lanjutnya insfektorat hanya menampung dan menerima setiap laporan dan menampung aspirasi dari masyarakat dan selagi itu diproses dan kedua belah pihak sudah sepakat dan menyadari bahwa masalah itu suatu ke khilafan,”Kata dia.
Diberitakan sebelumnya,Warga Desa Tanjung Kerta Telah Melaporkan Kepala Desanya ke Inspektorat terkait dugaan Korupsi dana pembinaan trantip Tahun 2018 di desa Tanjung Kerta Kec,Way Khilau Kabupaten Setempat.
Warga desa Tanjung Kerta yang juga Anggota Linmas Tanjung Kerta Melaporkan AZHARI SIHA Kades Tanjung Kerta ke Inspektorat Terkait Dana PEMBINAAN Trantip yang dialokasikan dari dana desa Tahun 2018.”Kata Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Pesawaran, Arif Roni,Selasa (2/06/2020).
Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Kabupaten Pesawaran mendampingi Rozuli Warga desa Tanjung kerta mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten pesawaran guna melaporkan adanya dugaan Korupsi.Iya mengatakan Bahwa ada beberapa item Kegiatan yang menurut hasil investigasi diduga sarat dengan Korupsi salah satunya Kegiatan Pembinaan Trantif Dengan Nominal Anggaran Sebesar Rp.45.000.000, Kegiatan HUT RI dengan Nominal Anggaran Rp. 28.849.559 yang Diduga Telah terjadi Korupsi maka dari itu (Warga) meminta Kepada Pihak Inspektorat Kabupaten Pesawaran Untuk segara Melakukan Pemeriksaan dan Peng Auditan Beberapa Aitem yang di laporkan serta kegiatan yang lainnya”Pungkasnya.
Sementara itu,AZHARI SIHA Kepala Desa Tanjung Kerta Saat dikonfirmasi Terkait Dugaan tersebut membantah pelaporan tersebut.
“Ma’af apa yg di lapor kn itu tidak benar karena saya sudah mengeluar kan dana kegiatan linmas dn poldes sesuai dg anggaran Apbdes th 2018 .dn itu ada bukti2 tnda tangan penerima .wsslm .trksih.(Faqih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Jabodetabek