Di Masa Transisi, Lamsel Butuh Sosok Bupati Perempuan

Penulis : Ismail, SE.,MM

Tabik Pun

Nusantara-online.com,- Jelang Pilkada 9 Desember 2020 di kabupaten Lampung selatan sangat menarik untuk melihat sosok pemimpin-pemimpin kabupaten lampung selatan untuk menjadi bahan referensi mencari sosok pemimpin di masa transisi.

Kita mulai dari masa kepemimpinan Wendy Melfa yang saat itu beliau menjadi wakil bupati dari Zulkifli Anwar, dan pak Zulkifli Anwar maju menjadi calon Gubernur provinsi lampung, akhirnya Wendy Melfa menjadi Bupati Lampung Selatan dimasa transisi beliau maju kembali menjadi calon Bupati berpasangan dengan Antoni Imam dan Akhirnya kontestasi di raih oleh Rcyko Menoza, SZP dan Wendy Melfa tersangkut masalah.

Pada masa kepemimpinan Rycko Menoza banyak prestasi yang diraih dan banyak punya intrik dan masalah yang terjadi, rycko menoza mampu menyelesaikan kepemimpinannya.dan di masa transisi Rycko Menoza kembali mancalonkan diri menjadi Calon Bupati dan kembali berpasangan dengan Eky Setyanto, dan pada kontestasi ini di menangkan oleh Zainudin Hasan dan Nanang Ermanto.

Pada masa kepemimpinan Zainudin Hasan -nanang ermanto masyarakat Sangat antusias dan sangat menaruh harapan yang sangat besar terhadap pasangan ini untuk membawa perubahan yang lebih baik untuk lampung selatan. Belum genap masa kepemimpinan nya zainudin Hasan tersangkut masalah dan akhirnya di gantikan oleh wakilnya nanang ermanto sebagai Bupati Lampung Selatan.

Saat ini masa kepemimpinan H. Nanang Ermanto menjadi Bupati Definitif lampung selatan, beliau mengibaratkan terjadi badai besar dan alhamdulilah mampu menyandarkan kapal dengan baik di dermaga.

Dan sebentar akan terjadi masa transisi karena H. Nanang Ermanto akan maju kembali menjadi calon Bupati Lampung Selatan dan di gadang-gadang berpasangan dengan pandu kusuma Dewangsa melalui Partai PDIP, Hanura, dan Nasdem, dan penantangnya yang sudah terlihat Tony Eka Chandra berpasangan Antoni Imam melalui Partai Golkar dan PKS. Dan Hipni berpasangan dengan Melin melalui Partai PAN dan Gerindra, dan masih tersisa 3 partai yaitu PKB, Demokrat, dan Perindo dengan jumlah kursi 10 dan digadang-gadang menjadi poros baru.

Melihat dari perjalanan kepemimpinan di kabupaten lampung selatan dengan dinamika politik, intrik dan berbagai permasalahan belum terlihat sosok perempuan dalam kepemimpinan di lampung selatan ini merupakan suatu alternatif dan peluang pilihan dimasa transisi ditengah kejenuhan masyarakat akan sosok pemimpin dengan memunculkan sosok perempuan untuk menjadi bupati dikabupaten lampung selatan.

Banyak contoh keberhasilan kepemimpinan perempuam misalnya Tri Rismaharini, wali kota surabaya yang berhasil menata kota dengan baik, Airin Rachmi Diany, Wali kota Tangerang Selatan yang aktif diberbagai organisasi. Ni Putu Eka Wiryastuti Bupati Tabanan Bali yang memperoleh berbagai penghargaan dibidang pengembangan Sumber daya manusia. Dan diprovinsi Lampung ada Chusnunia Chalim yang menjadi Bupati Lampung Timur dan sekarang menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung, artinya ini bisa menjadi Alternatif dimasa transisi kepemimpinan di kabupaten lampung selatan.

Dari runutan diatas Tinggal Partai Politik yang akan bertarung berani atau tidak mengambil peluang untuk mengambil terobosan mengambil sosok Bupati Perempuan untuk pilkada kabupaten lampung selatan mengingat hanya tersisa PKB, Demokrat dan Perindo dan mencatat sejarah baru di kabupaten lampung selatan.

Kita tunggu di bulan September pada saat pendaftaran di KPU.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *