NUSANTARA-ONLINE.COM,-Direktur Program Penggalangan Koin Muktamar dan Koin NU PW Lazisnu Lampung, Andi Warisno memberikan klarifikasi terkait tuntutan UMKM Athariz Gemilang yang meminta pelunasan pembayaran 1 juta kotak Koin Care.

Melalui press rilisnya, program penggalangan koin NU dan koin muktamar dihentikan lantaran PWNU Lampung membekukan kepengurusan PW NU CARE LAZISNU Lampung beserta seluruh program-programya.

Sebagai wujud niat baik , Direktur program yang juga menjabat sebagai Rektor IAI ANNUR Lampung Andi Warisno, telah menyerahkan dana sebesar Rp 50.000.000 kepada PW NU CARE LAZISNU Lampung sebagai tambahan pembayaran kotak koin NU yang sudah terlanjur dibuat.

“Dana tersebut berasal dari seluruh sumber daya manusia yang ada baik Dosen maupun Mahasiswa dan santri untuk melakukan penggalangan dana koin Mukhtamar dan koin NU dan di kampus IAI ANNUR selama kurun waktu 2 bulan,” ujar Andi Warisno dalam rilis tersebut.

Program gerakan koin NU dan Koin Muktamar NU merupakan sebuah program yang direncanakan sebagai rangkaian menyambut Muktamar NU ke 34 tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Propinsi Lampung pada 22 sd 28 Oktober 2020 mendatang.

Kegiatan ini merupakan hajat besar dan mendesak membutuhkan anggaran sebesar Rp 50 miliar yang dalam pelaksanaanya di danai secara mandiri melalui gerakkan koin muktamar. Untuk mensukseskan acara tersebut, maka dilakukan partisipai aktif dari seluruh warga NU baik secara struktural maupun Non struktural dan segenap simpatisan NU.

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka Direktur penggalangan dana Koin Muktamar melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Mencetak Kalender khusus edisi Muktamar atas persetujuan pengurus PWNU Lampung yang direncanakan 1000.000 kalender dan baru terealisasi sebanyak 73.200 Kalender dengan rincian terlampir. Pencetakan kalender ini bertujuan sebagai wahana sosialisasi dan penggalangan dana bagi kegiatan Muktamar NU ke 34.

2. Pembuatan Batik Khusus Edisi Muktamar atas persetujuan pengurus PWNU Lampung yang direncanakan sebanyak 2000 Pcs yang sudah terealisasi sebanyak 614 Pcs Rician terlampir,

3. Pembuatan Kotak Koin NU yang direncanakan sebanyak 2.000.000 Pcs dengan asumsi apabila terealisasi maka setiap kotak koin yang dibagikan kepada warga NU apabila terisi Rp. 5.000 perbulan akan terkumpul Rp. 10.000.000.000 (Sepuluh Miliar perbulan).

4. Untuk memaksimalkan Gerakan Koin NU dan Koin Muktamar, maka pengurus PW NU CARE Lazisnu Lampung membentuk tim relawan Lazisnu setelah sebelumnya melaunching untuk pertama kalinya Gerakkan koin muktamar di kampus IAI ANNUR Lampung pada tanggal 8 Februari 2020. Launching pertama dihadiri segenap jajaran pengurus PWNU Lampung sekaligus menandatangani MoU antara PW Lazisnu Lampung dan aivitas akademika IAI ANNUR Lampung dalam hal penyaluran zakat infaq dan sedekah bagi segenap Dosen, Mahasiswa dan keluarga besar IAI ANNUR Lampung.

Selanjutnya Direktur Koin NU dan Koin Muktamar Andi Warisno dan team personalia mulai melakukan road show ke cabang cabang guna mensosialisasikan pola dan gerakkan koin muktamar yang hendak di sinergikan serta meminta masukkan bagi program program penggalanagan dana muktamar ditingkat pengurus cabang Berbagi tugas dengan jajaran direksi yang lain yang sedang fokus membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak covid 19.

Namun pada tanggal 29 Juni 2020, tiba-tiba PWNU Lampung membekukan kepengurusan PW NU CARE LAZISNU Lampung beserta seluruh program programya termasuk program penggalangan koin NU dan koin muktamar dibawah Direktur Koin Nu dan Koin Muktamar, Andi Warisno.

“Menindak lanjuti keputusan tersebut, saya selaku Direktur Koin NU dan Koin Muktamar, mengintruksikan penghentian produksi kotak Koin NU dan kotak yang sudah jadi supaya dikirim ke LAZISNU, karena sudah tidak punya kewenangan dan tanggung jawab setelah dibekukan. Sebagai wujud niatan baik, kami sudah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk melakukan penggalangan dana koin Mukhtamar dan koin NU dan di kampus dan terkumpul dana kurang lebih Rp. 50 juta. Inilah klarifikasi kami semoga dapat memberikan informasi yang seimbang dan meluruskan segala permasalahan yang terjadi terkait permasalahan kotak koin NU,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan pengerajin kotak kayu yang tergabung dalam kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Athariz Gemilang menyesalkan penghentian kontrak secara sepihak oleh Direktur Koin NU Lazisnu. Mereka juga menuntut pelunasan pesanan 1 juta kotak Koin Care yang belum dibayarkan.

Menurut Ketua UMKM Athariz Gemilang, Muhlisin pihaknya merasa dirugikan karena sudah terlanjur mengerjakan pembuatan kotak koin yang bertuliskan NU Care Lazisnu itu.

Pihaknya meminta kepada pemesan agar dapat membayar seluruh barang yang yang sudah terkirim ke Lazisnu Provinsi Lampung maupun seluruh barang yang tinggal finishing dan kayu yang sudah dirajang semua kelompok.(Ib/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Jabodetabek