LAMPUNG SELATAN,-Oknum Kades Serdang Dan Pokmas Desa Serdang,Kecamatan Tanjung Bintang,Diduga Pungli Program Pendaftaran Tanah sistematis (PTSL) Tahun 2020.
Pemohon Dikenai Pungutan Sebesar Rp.550 Ribu rupiah.”Ucap Warga Desa Serdang,Yang Namanya Enggan dipublikasikan,Rabu 26 Agustus 2020.
“Benar,oknum aparat desa  serdang,memungut Dana Sebesar itu,”Ungkap dia,Ini dapat diteruskan ke-kejaksaan Dan Tim Saber Pungli Lampung Selatan.
Berdasarkan keputusan Menteri agrarian dan tata ruang nomor 59/SKB/V/2017 menteri dalam negeri Nomor:590-3168A tahun 2017 dan Menteri desa pembangunan tertinggal Dan transmigrasi nomor:34 Tahun 2017 Tentang persiapan pendaftaran tanah Sistematis lengkap (PTSL)
Sedangkan biaya di dalam SKB 3 menteri Nomor:25/SKB/V/2017 yang telah di Tetapkan pada tanggal 22 Mei 2017 Bahwa biaya untuk pembuatan PTSL Hanya Rp 200.000(dua ratus ribu rupiah) Hal ini berlaku untuk wilayah provinsi Lampung.
Dengan telah di tetapkan nya Pembiayaan pembuatan ptsl kepada Masyarakat sebesar Rp 550.000 di desa Serdang kecamatan tanjung bintang,di Situ sudah jelas bahwa peraturan SKB 3 Menteri tidak di taati dan di langgar oleh Pihak desa dan pokmas.
Di dalam SKB 3 menteri itu disebutkan,biaya yang di Tetapkan sebesar Rp 200.000  sudah mencakup sporadik.patok juga materai dan yang ketiga adalah Biaya aparatur desa/kelurahan dalam Menjalankan pelaksanaan PTSL.
“ya pungutannya Berpariasi Ada yang Dikenai Rp.550 S/d Rp 800 ribu,”ungkapnya.
 Sementara itu,Kepala desa Serdang,Supriono Alias Soplek Saat dihubungi via ponsel tidak mau menggangkat.Begitu juga di sms Whatapp pun belum memberikam jawaban.
Dihubungi Terpisah,
Ketua kelompok masyarakat (Pokmas) Desa Serdang mengakui pungutan tersebut sebesar Rp.Rp 550.000 ribu rupiah.Dirinya beralasan untuk uang Operasional (Pokmas)Kades juga mennyicipi hasil dari para pungutan tersebut.
“Kata dia,Pungutan memang Rp.550 ribu,berbeda dengan tanah wakap Dan mushola,itu digratiskan.Kalau untuk biaya PTSL (prona) kita kenakan
Rp 200.000 ribu,sedangkan
 Rp 350.000 ribu itu untuk operasional kesana kesini,”Kelitnya.(Lis/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Jabodetabek