Lampung,Nusantara-Online.com,-Ramai Diberitakan, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara,ditahan di Rutan Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (26/8) petang. Kejaksaan Negeri Lampung Utara menyatakan, Maya Mettisa Diduga disangka melakukan tindak pidana korupsi DAK tahun 2017-2018.
“Setelah melakukan pemeriksaan penyidikan, tersangka dokter Maya di tahan di Rutan Kotabumi. Kerugian negara akibat kasus korupsi tersangka sebesar Rp 2,1 milyar,”Ungkap Kepala Kejari Lampung Utara Atik Rusmiyati pada konferensi persnya, Rabu 26 Agustus 2020.
Lanjut dia, tersangka Maya disangka telah melakukan tidak pidana korupsi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik di lingkungan dirinya berdinas tahun anggaran 2017-2018. Dari hasil penyidikan,mengungkapkan kerugian negara akibat perbuatan tersangka mencapai Rp 2.110.443.500.
Mengenai penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi dengan tersangka Maya Metiza terkesan lamban, menurut dia, proses penyelidikan dan penyidikan kasus tindak pidana korupsi dengan tersangka Maya Metiza dikarenakan belum keluarnya hasil audit BPK.
“Penyidikan ini sejak tahun 2019, mengapa terlalu lama, permintaan kerugian negara itu akhir 2019, dan baru keluar Juni 2020,” katanya.
Proyek DAK nonfisik bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk puskesmas di Kabupaten Lampung Utara tahun anggaran 2017-2018 sebesar Rp 32 miliar.
Terdapat kerugian negara dalam proyek tersebut sebesar Rp 2,1 miliar. Motif tindakan pidana korupsi yang dilakukan tersangka yakni melakukan pemotongan dana BOK sebesar 10 % setiap melakukan penyaluran anggaran ke puskesmas.
Perbuatan tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Setelah keluar dari ruang penyidikan, tersangka (Maya mettisa)mengenakan pakaian tahanan warna merah tangan diborgol.Digiring masuk ke mobil petugas.Dirinya (Maya Mettisa) mengaku Di zolimi.(Rs/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Jabodetabek