PUISI
Detak
Ketika semua telah mendekati usai
Detak jam berlalu menit demi menit
Kenapa rasanya sangat tak rela
Yang terdahulu terlihat semakin jauh
Mengapa waktu tak berhenti sejenak
Agar siap jiwa untuk menyongsong esok
Tak seperti ini airmata pun percuma jatuh
K
a
r
n
a
semua tak bisa dihentikan
Jeritannya terasa pilu
Kalau tak mau tak merubah apapun
Didepan mata terasa memudar
Cepat dan semakin cepat
Kaki ini harus melangkah kalau bisa berlari
Jangan sampai pendar cahaya raib
Meninggalkan kebisuan dan ratapan semu
Semua hilang
Semua musnah
Tak ada jiwa yang peduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Jabodetabek