Lampung Selatan,-Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan ,R Ahmad Saleh Mardani memastikan penyelesaian kepemilikan lahan pasar di Desa Bumi Restu Kecamatan Palas menjadi prioritas utama untuk disekesaikan dalam program kerjanya.

Hal itu disampaikan langsung oleh R. Ahmad Saleh Mardani dihadapan perwakilan masyarakat Desa Bumi Restu yang diwakili oleh Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) sebagai kuasa masyarakat atas penyelesaian lahan pasar Bumi Restu seluas 8.712 Meter persegi, Senin (26/10/2020).

Lahan pasar itu selama ini diklaim milik Temenggung Cahya Marga. Sehingga terjadi sengketa.

Menurut Ahamd Saleh, untuk penyelesaian sengketa lahan itu perlu proses, untuk itu dia meminta agar semua pihak bersabar. Yang pasti pihak BPN akan menyelesaikan itu sesegera mungkin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, perlu diketahui bahwa permasalahan di pasar Bumi Restu butuh proses. Namun pihaknya akan segera membereskannya. Mereka meminta pihak GML untuk bersabar dan memberi mereka waktu. “Karena sertifikat yang ada itu tidak serta merta langsung dapat dibatalkan, harus melalui tahapan,” ujar Madani yang didampingi sejumlah pegawai Pertanahan.

Kepala BPN memastikan, bahwa BPN Lampung Selatan berpihak kepada masyarakat. Artinya dalam proses penyelesain yang sedang berjalan itu, masyarakat (tidak akan dirugikan)Dalam proses pengurusannya masyarakat juga tidak akan dikenai biaya. Untuk prosesnya nanti pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Lamsel, “Dalam prosesnya nanti kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Lamsel,” ujaranya.

R. Ahmad Saleh berujar, hendaknya ormas GML dapat bekerjasama dengan baik,Kata dia sehingga terjadi sinkronisasi dalam mendorong percepatan penyelesaian persoalan itu. Contohnya bantuan kerjasama dalam mengontrol kinerja pegawai BPN, “Jika ada pegawai kami yang main -main dalam bekerja, kasih datanya ke kami, akan kami beri sanksi tegas, ” Kata Madani.

Sementara, Ketum Ormas GML Rizal Anwar pada kesempatan itu meminta proses kepastian atas permasalahan lahan pasar Bumi Restu untuk segera di kembalikan kepada masyarakat.

“Kedatangan kami ke BPN tidak lain, untuk mendengar langsung penjelasan dari Kepala BPN Lamsel atas Kepastian penyelesaian lahan pasar Bumi Restu.Kami hormati proses yang telah dilakukan oleh pihak BPN hingga saat ini,” ujarnya

Rizal juga menegaskan kepada pihak BPN agar proses penyelesain, sesuai dengan apa yang disampaikan Kepala BPN dapat dipertanggung jawabkan dan dibuktikan segera.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Selatan, Hutamrin, disela-sela pertemuan yang secara Kebetulan juga sedang melakukan Kunjungan ke Kantor BPN Lamsel,berujar didalam proses tugas kami di dalam BPN sebagai legel opini.

Menurut dirinya hal itu semuanya berkaitan, jadi dia berharap, dalam penyelesain semua harus di dasari landasan hukum dan kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian. Jadi dia berharap dalam penyelesaiannya, agar berikan kesempatan kepada BPN Lamsel untuk menyelesaikan permasalahan itu dengan baik, “insyaallah BPN bisa menjembatani penyelesaiannya dengan baik berdasarkan dokumen-dokumen yang ada “ujarnya.

Sebelumnya,Pihak BPN telah turun langsung kelapangan untuk cek plot lokasi pada Kamis (22/10/2020) lalu.

Dimana BPN melakukan Cek Plot Adminitrasi di Dua tempat yaitu dilahan Pasar Desa Bumirestu yang terletak di dusun Way Buha dan Cek plot lahan di Dusun Mekar jadi atas nama kepemilikan lahan ‘Darsiem (62) yang menjadi acuan perbandingan nomor sertipikat yang diklaim atas pengakuan hak kepemilikan nya oleh Temenggung Cahya Marga.

Dalam cek plot lahan tersebut,disaksikan oleh pihak Pemkab Lamsel , Polres ,kapolsek palas, Uspika Palas, kepala Desa Bumirestu dan tokoh masyarakat Bumirestu serta pemuda.

 

Reporter:Sior Aka Prayudi/Nusantara-Online.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Jabodetabek