Breaking News

WO Diduga Pelecehan Seksual dan Penganiayaan E Berkilah Agar Bisa Kabur Dari Rumah

Lampung Selatan,- Diduga Bersekongkol menutupi kesalahan dugaan Pelecehan Seksual dan menganiaya anak dibawah umur yang berinisial E, yang di lakukan ayah kandung yang berinisial WO, Warga Desa Sidodadi Asri Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, menjadi pertanyaan dan terkesan aneh.

Dugaan Pelecehan dan Penganiayaan tersebut pernah dikatakan E yang diduga korban, yang masih sekolah SMP di salah satu sekolahan di Provinsi Lampung, tahun 2013 lalu E, mendatangi Rumah Japar selaku Sekretaris Desa Sidodadi Asri, kini berdalih hanya alasan E, agar bisa kabur dari rumah WO ayahnya.

Hal serupa di sampaikan Japar, Sekretaris Desa Sidodadi Asri, pada hari minggu 06/12/2020. Kepada tim media ini, dan LSM GMBI, Benar, tahun 2013 lalu, Pernah terjadi keributan antara anak dan ayah. Anak yang masih dibawah umur yang berinisial E. masih sekolah SMP disalah satu sekolahan SMP di Provinsi Lampung.

“Dulu E, dan Pamannya Datang kerumah saya, E, yang pada saat itu berkata mau kabur dari rumah mau ambil pakaian seragam sekolahnya.” Saya mau ambil pakaian sekolah dan mau kabur dari rumah ayah saya Pak kata E, karna ayah saya telah melakukan pelecehan seksual juga penganiayayaan,” jelas Japar. Menirukan Perkataan E.

Pada hari minggu 06/12/2020, Sekira jam 19:00. Berdasarkan pengakuan E, saat di mintai keterangan oleh tim Media ini dan LSM GMBI, di rumah Japar selaku Sekretaris Desa Sidodadi Asri, dan di saksikan Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RT, dan ada juga Babinsa Desa setempat, E yang diduga korban, membenarkan, memang benar saya berkata seperti itu sebelumnya, karna saya bingung mau cari alasan apa, agar bisa kabur dari rumah, Tapi itu hanya alasan saya agar saya bisa cepat kabur dari rumah, karna saya tidak betah lagi dirumah WO Ayah saya.

Hironisnya E, berkilah bahwa itu cuma alasan agar bisa kabur dari rumah ayahnya, Ayah saya tidak pernah melakukan Hal itu kepada saya Pak,”Tutur E dengan nada takut.

Senada dikatakan pamannya E, Benar saya datangi kerumah japar Sekretaris. Saya mendatangi rumah Sekretari untuk mencegah E, agar tidak kabur dari rumah ayahnya. Sebagai paman saya tidak memperbolehkan E kabur, “makanya saya mendatangi rumah Sekretaris,” tegasnya.

WO sang ayah, juga merupakan tokoh Agama, menepis kejadian itu sangatlah tidak benar, saya anggap tidak pernah ada keributan dan tidak pernah ada masalah atara saya dan anak saya. menurutnya jika ada keributan dalam keluarga dan anak, itu hal yang biasa, yang jelas tidak pernah ada masalah saya anggap sudah selesai masalah itu Mas, mungkin anak saya salah omong aja mas,”Kilah WO.

Kejadian tersebut, menjadi tanda tanya masyarakat Sidodadi Asri, informasi yang di sampaikan masyarakat, kepada Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan masyarakat bawah indonesia (LSM GMBI) KSM, Jati Agung, Reza Saputra, selaku Jurubicara GMBI dan di dampingi angotanya, Kepada Awak media ini, Pada hari Sabtu 5 Desember 2020.

Lanjutnya Reza Saputra, Pada tahun 2013 tahun lalu pernah terjadi keributan, Antara Orang Tua dan Anak, yang pada saat itu mereka mendatangi rumah sekretaris Desa Sidodadi Asri Pak Japar, dan itu menjadi tanda tanya warga sampai saat ini.”Keributannya secara tiba-tiba, pada malam hari, namun penyebabnya keributan belum diketahui, yang jelas keributan itu pasti ada penyebab nya sehingga E anak WO ingin kabur,”Tuturnya.

“Memang Setelah Almarhummah
Ibu nya E meninggal Dunia, dari kecil E diasuh pamannya di salah satu Desa di Kabupaten Lampung Timur, setelah besar E yang pada saat itu sudah sekolah SMP. Pulang kerumah ayahnya, dan di jemput ayahnya. Tapi mengapa kok tiba-tiba (E) mau kabur dari rumah, ini menjadi pertanyaan kami,”Ucap Reza Saputra menirukan Keterangan Warga.

Ditempat yang sama, Didik Marhadi Kepala Desa Sidodadi Asri, memberikan peringatan kepada semua warga setempat. Jangan sampai terjadi baik keributan kegaduhan pertikaian, apa lagi melakukan perbuatan bejat, dan saya akan tetap mencari kebenaran yang telah saya dengar malam ini yang di sampaikan E, banyak yang menyaksikan ada Ketua Rt, Kepala Dusun, LSM GMBI Media dan Babinsa.

“Kami sebagai Pemerintah Desa wajib melindungi, dan mengayomi masyarakat, harapan saya perbuatan bejat itu tidak pernah terjadi di Desa kami. maka jika ada perbuatan bejat itu di Desa ini kami sebagai Pemerintah Desa yang akan melaporkan kepada Aparat penegak Hukum.”tegasnya Didik Marhadi.
(tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *